Motif Kebaya Daerah di Indonesia

Yo! sobat netter,
Kebaya adalah Pakaian Nasional Indonesia yang sebagian besar dipergunakan oleh wanita Indonesia untuk berbagai acara seperti rapat resmi, pernikahan dan acara lainnya yang perlu menggunakan kebaya. Kebaya sendiri dibuat dari bahan kain kasa dengan motif pada permukaan kebaya yang berwarna-warni serta variatif. Perbedaan motif dapat dilihat secara langsung di tiap daerah sebab lain daerah lain pula motifnya. Pada artikel kali ini penulis akan membahas mengenai beberapa pola kebaya tradisional yang ada di pelosok nusantara.

Motif pertama ialah Kebaya Jawa dengan karakteristik berlengan panjang namun pada bagian pergelangan tangan tidak lebar, penggunaannya kadang dikombinasikan dengan batik yang dipakai dengan cara melilitkan kain melingkari badan, selain itu kadang dilengkapi juga dengan selendang batik. Pada kebaya Jawa sendiri memiliki motif khusus yang disebut lurik namun kain lurik dapat digantikan dengan menggunakan sebuah bahan gabardine yang bermotif kotak-kotak dengan kombinasi warna biru dengan hitam, merah bata dengan hitam, kuning tua dengan hitam dan lain sebagainya. Selanjutnya terdapat Kebaya Madura yang mana pada umumnya dikenakan sebagai pakaian keseharian atau pada acara-acara resmi. Kebaya Madura memiliki ukuran yang relatif pendek sebab kebaya tersebut hanya sampai batas pinggang bagian bawah yang memiliki bentuk runcing menyerong sebagai bentuk khas daerah Madura. Hal unik dari pada kebaya Madura ini ialah lebih ditonjolkannya lekuk tubuh pemakainya dimana kebaya menggunakan bahan yang tipis dan transparan (tembus pandang). Selain itu penggunaan kaos dalam wanita (kutang) dengan warna yang mencolok ikut meramaikan keindahan tubuh seorang wanita Madura. Ketiga Kebaya Betawi yang terbentuk akibat akulturasi budaya Cina dan Melayu makannya terdapat variasi yang signifikan. Pada desain kebaya budaya Cina ukuran lebih pendek dan berwarna putih. Sedangkan desain kebaya ala Melayu ini lebih panjang hingga menutupi panggul dengan bagian bawah cukup rata dan warna yang relatif cerah.

Motif selanjutnya ialah Kebaya Bali yang memiliki dua macam motif yaitu motif yang panjang hingga pergelangan tangan yang kerap disebut motif Jawa dan yang longgar yang disebut motif Bali. Terbuat dari bahan katun dan biasanya dipakai bersama dengan kain khas Bali. Kemudian ada Kebaya Minangkabau yang memiliki ukuran sedikit sempit dengan bahan utama ialah satin halus yang disulam dengan bunga kecil-kecil. Selanjutnya Kebaya Minahasa yang terletak di Sulawesi Utara serta akrab akan sebutan orang Manado. Motif pada Kebaya Minahasa ini sedikit berbeda dari motif Kebaya yang ada di daerah Indonesia sebab Kebaya Minahasa terkena akulturasi Cina dan Eropa (khususnya Spanyol). Motif Kebaya Minahasa adalah motif sisik ikan model ikan duyung, lalu ada motif sarang burung, motif kaki seribu, dan motif bunga yang disebut Laborci-borci.

Demikianlah ragam motif Kebaya beberapa daerah di Indonesia sebenarnya masih ada banyak sekali motif-motif kebaya di pelosok nusantara namun hanya beberapa saja yang bisa penulis paparkan. Motif tersebut penuh dengan perbedaan dan variatif namun tetap memiliki nilai estetis serta memiliki keunikan tersendiri. Estetis yang didapat dari motif atau pola dari pada Kebaya tersebut dan keunikan dari pola-pola aneh seperti sisik ikan dan lain sebagainya. Semoga kebaya tetap menjadi pakaian tradisional dan pakaian nasional bangsa Indonesia serta semoga pakaian kebaya ini tidak pernah musnah akan zaman yang semakin lama semakin canggih dan terkadang meninggalkan sentuhan tradisional. Semoga artikel ini dapat memberikan manfaat dan pengetahuan tambahan kepada sobat semua.

Cheers,
Mujianto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *